Manajemen, jika diartikan dengan bahasa Inggris berasal dari kata "manage" atau "management" yang artinya mengatur. Ternyata, untuk sebuah kata "manajemen" memilki sejarah yang kompleks untuk mengetahui dengan pasti awal mulanya ilmu manajamen itu berjalan.
Dari beberapa referensi yang saya baca, ada satu pandangan yang menurut saya tepat untuk mengartikan sebuah kata manajemen yaitu Ricky W. Griffin, Ia mendefinisikan bahwa manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien. Efektif berarti bahwa tujuan dapat dicapai sesuai dengan perencanaan, sementara efisien berarti bahwa tugas yang ada dilaksanakan secara benar, terorganisir, dan sesuai dengan jadwal.
Strategi adalah pendekatan secara keseluruhan yang berkaitan dengan pelaksanaan gagasan, perencanaan, dan eksekusi sebuah aktivitas dalam kurun waktu tertentu (sumber Wikipedia).
Manajemen strategis adalah proses penetapan tujuan organisasi, pengembangan kebijakan dan perencanaan untuk mencapai sasaran tersebut, serta mengalokasikan sumber daya untuk menerapkan kebijakan dan merencanakan pencapaian tujuan organisasi. Manajemen strategis mengkombinasikan aktivitas-aktivitas dari berbagai bagian fungsional suatu bisnis untuk mencapai tujuan organisasi (sumber Wikipedia).
Dalam sebuah manajemen dibutuhkan adanya kemampuan baik hard skill maupun soft skill. Keduanya memiliki peranan yang penting namun menjadi problema, apakah lebih mendahulukan hard skill atau soft skill. Hard skill merupakan kemampuan yang bisa dikatakan konkret yang dimiliki oleh seseorang seperti prestasi dan keterampilan seseorang. Sedangkan untuk soft skill melihat dari sifat, watak, dan perilaku seseorang seperti apakah seorang karyawan itu dapat bekerja sama dalam tim, mampu berkomunikasi dengan baik, memiliki rasa percaya diri yang positif atau memberikan ide/ pendapat yang bisa membangun. Dengan hard skill seorang manajemen/ karyawan dapat mengetahui penilaian mengenai usaha yang dilakukannya, sedangkan soft skill dapat menciptakan
"good situation from good people", yang mana hal ini mampu memberikan semangat dalam bekerja.